Selasa, 23 Desember 2014

Mereka, Superheroku!

Setiap manusia pasti memiliki pahlawan super kesukaannya masing-masing. Ada yang mengidolakan Spiderman, mengagumi Superman, atau mungkin menyukai si tubuh hijau besar, Hulk, dan masih banyak lagi yang tak bisa disebutkan dalam abjad-abjad lain. Dikagumi bukan sekedar mengagumi, melainkan pasti ada alasan dibalik itu. Aku pernah berfikir dan bertanya-tanya kepada diriku, kira-kira siapakah superhero favorit dalam kehidupanku?
Bunda. Pahlawan yang menurutku adalah pahlawan super yang paling super dari mereka yang ku sebutkan di alinea pertama. Bukan super dalam arti memiliki kekuatan fisik tahan banting. Bukan pula super yang memilki kekuatan membasmi kejahatan. Tetapi super sabar dalam menghadapi anak yang susah dinasihati sepertiku, dan itu bukanlah hal mudah. Aku sadar, aku begitu menyusahkan orang lain. Tapi, beliau dengan penuh kelembutan dan kesabaran, mampu melewati itu semua. Tidur larut malam, dan harus bangun di pagi hari. Sudah harus mempersiapkan segala kebutuhanku untuk sekolah dan kebutuhan Ayah untuk kerja. Sarapan, dan membereskan rumah. Aku, anaknya yang malas, jarang sekali membantu beliau merapikan rumah yang agak berantakan dan membosankan ini. Benar-benar wanita terkuat yang pernah ku temui.

Ingat saat kecilku, yang baru ini ku sadari, aku sangat menyusahkan beliau. Saat itu beliau sedang tidur lelap, aku mendatangi kamar tempatnya tidur, dan mengetuk pintu itu secara perlahan, di malam hari, hanya untuk berkata, "Bunda, aku tak bisa tidur". Dengan lembut dan tentu penuh kasih sayang, demi sang anak tercintanya, beliau rela memotong jam tidurnya, bangun dan menemaniku, di atas kasur empukku, berbaring di sampingku, sambil mengelus rambut hitamku, lalu berkata, "tidurlah, Nak. Besok pagi sekolah".

Ayah. Sosok lelaki yang paling berjasa dalam hidupku. Membanting tulang untuk menafkahi keluarganya. Aku, yang harusnya sudah bisa lebih bersikap dewasa, terkadang masih aja menyimpan sikap kekanak-kanakan dan semaunya sendiri. Aku sadar, aku menghabiskan banyak uang yang beliau cari dengan susah payah, yang terkadang hanya kugunakan untuk keinginan pribadi, bukan kebutuhan yang harus dipenuhi.
Masa kecilku yang menyebalkan, ku jadikan sebagai pengalaman yang berharga. Terima kasih pahlawan superku, Ayah dan Bunda. Ini membuatku berfikir, bisakah kelak aku menjadi pahlawan terhebat dari bidadari kecilku?

Text Widget

Text Widget

Popular Posts

Pages

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Unordered List

Followers

Recent Posts