Rabu, 30 November 2016

Rindu

Sendiri aku memendam rindu
Dalam hati yang sendu
Terlarut masa lalu
Teringat akan dirimu
Sendiri aku memendam rindu
Melukis indah bayangmu
Menyimpulkan senyumanku
Menggertarkan hatiku
Ah!
Lagi-lagi ku teringat
Suara pelan nan hangat
Lagi-lagi aku merindu
Wajah indah nan teduh
Sungguh,
Rindu ini benar-benar menyiksaku

Aku Hanyalah.....

Aku
Hanya pengagum rahasia
Sendirian dalam gelap
Yang hanya berani menatap
Dalam jarak dari kejauhan
Aku
Hanya pengagum berlidah kelu
Sendirian dalam sendu
Yang berani menyebut namamu
Di doa malamku

Kamis, 29 September 2016

Jangan Jatuh Cinta




Jangan jatuh cinta ketika hujan

Karena ketika ia telah pergi

Kemudian hujan menghampiri

Kenangannya akan hadir

Menetap dalam hati

Jangan jatuh cinta ketika senja

Karena ketika ia hilang

Dan matahari sudah setengah terlihat

Senyumnya masih terbayang-bayang

Kian melekat

Jangan jatuh cinta di bawah bintang-bintang

Karena ketika ia meninggalkan

Lalu langit nampak bercahaya

Tak ada lagi ruang melupakan

Untuk menghapus sedih lantaran kehilangan

Duhai...

Sejak dahulu, jatuh cinta memang rumit

Ketika hujan membawa kenangan

Ketika senja timbulkan bayangan

Langit berbintang tak sediakan ruang untuk melupakan

Maka, janganlah jatuh cinta pada tiga waktu itu

Bila tak mampu menjaga pintunya rapat-rapat
Jatuh cintalah diwaktu yang tepat

Sibuk Sendiri


Hiraukan saja aku

Tinggalkan saja aku

Jauhi saja aku

Jangan muncul di hadapku

Kau tidak perlu tahu

Bahkan mungkin kau pun tak ingin tahu

Alasan yang kusembunyikan

Alasan yang kusimpan

Menjauhlah

Aku hanya butuh ruang sendiri

Menulis diary

Menjauhlah

Agar tak perlu ku jelaskan

Detak jantung berdegup kencang saat berpapasan

Biarlah aku sibuk sendirian

Menuangkan perasaan
Di bawah bintang-bintang

13 September 2016

Melepasmu




Aku melepasmu....

Bukan lantaran aku membencimu

Bukan pula lantaran tak ada rasa kagum lagi kepadamu

Aku hanya takut

Apakah benar ini fitrah yang Allah berikan kepada manusia

Ataukah datang dari bisikan setan

Aku tak bisa memastikan

Apakah benar jatuh cinta

Ataukah nafsu belaka

Biarlah kau ku lepas

Biarlah Allah yang menjagamu

Tak ada yang bisa ku lakukan selain diam

Diam dan menjauh

Menjauh dan bersembunyi

Bersembunyi kemudian berdo’a

Agar Allah teguhkan keimanku dan keimananmu

Berharap dengan penuh pengharapan kepada-Nya

Agar Allah sabarkan hatiku dan hatimu

Aku melepasmu

Sebagaimana kau melepasku terlebih dahulu

Bila memang jodoh

Akan dipertemukan dengan cara terbaik menurut-Nya

Bila tidak

Maka benar adanya bahwa itulah yang terbaik menurut-Nya

Kau boleh pergi sekarang

11 September 2016

Panduan

Ketika aku sangat mengandalkan kehidupan dunia

Terlena dengan segala fasilitasnya

Terbuai dengan semua kenikmatan fana

Merasa begitu nyaman berada ditengahnya

Ada yang menepuk pundakku

Menampar wajahku

Menyayat hatiku

Mengubah pandanganku

Yang ternyata selama ini salah

Mengubah haluan jalanku

Yang ternyata selama ini aku begitu tersesat

Jauh sekali dari kebahagiaan hakiki

Kau datang begitu tenangnya

Dengan wajah yang teduh

Tutur kata yang indah

Tingkah laku yang lembut

Suara yang pelan

Menyejukkan hati

Membawaku ke jalan terang

Menjauh dari lorong gelap

Terima kasih panduannya.

11 Sept. 2016

Minggu, 25 Oktober 2015

Positive Thinking

Adakah diantara kalian yang pernah merasa bahwa dirinya paling berbeda diantara teman-teman disekitarnya? Merasa tidak bisa melakukan sesuatu yang biasa dilakukan oleh teman-temannya. Merasa tidak mendapatkan apa yang bisa didapatkan oleh teman-temannya dengan cara yang terlihat sederhana. Jika ya, mungkin dengan membaca tulisan ini kalian akan mengerti.
Mungkin diantara para pembaca atau teman-teman kalian, ada beberapa yang sempat berpikir atau ingin pindah jurusan. Salah satunya, ada diantara mereka ingin pindah jurusan dengan alasan nilai mata kuliah yang tidak sesuai target, bahkan ada yang sampai harus mengulang mata kuliah tersebut. Merasa tidak bisa mengejar ketertinggalan suatu mata kuliah, yang dianggapnya sulit. Dengan begitu, mereka yang beranggapan bahwa dirinya keliru memilih jurusan tersebut ingin merubah apa yang sudah dipilih sebelumnya.
Apa yang sudah kalian pilih, adalah jalan yang harus dilewati. Berusahalah untuk berprasangka baik pada apapun dan siapapun. Contohnya, jika nilai mata kuliah tidak sesuai dengan yang diinginkan, cobalah untuk mengoreksi diri. Mungkin ada yang salah dalam diri kita. Bisa jadi karena faktor kurang belajar dan kurang serius dengan mata kuliah tersebut. Dengan nilai yang dirasa tidak sesuai target itu, berarti kita harus lebih rajin lagi untuk menekuni mata kuliah tersebut. Nah, itu yang seharusnya jadi pemikiran kalian. Bukan malah sebaliknya. Apalagi sampai menyalahkan orang lain. Kembali lagi, koreksi diri kita terlebih dahulu. Jangan langsung menghakimi diri sendiri bahwa “Saya tidak cocok berada di jurusan ini! Saya ingin pindah!”. Itu tidak membuat kalian semakin maju dan memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik kedepannya. Jika pikiran kalian negatif terhadap sesuatu, mungkin kalian akan terus-menerus merasa jengkel, resah dan tidak akan pernah puas dengan apa yang telah dipilih. Sedangkan berpikiran positif tentang apapun, niscaya akan merubah kalian menjadi lebih dewasa dan melangkahkan kaki ke depan.
Terjatuh seperti itu, hanya ada dua pilihan. Pertama, pasrah dan menyerah. Merasa tidak mau atau tidak ingin bangun dan memperbaiki semuanya, karena berpikir “ah, percuma!”. Kedua, bangun dan berusaha untuk memperbaikiya. Bagi jiwa-jiwa yang tangguh dan mau terus berusaha, jatuh satu kali tidak cukup menjadi alasan untuk menyerah. Selagi masih ada kesempatan untuk menyusun dan menata ulang semuanya yang rusak dari awal, dan berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya, mengapa pilih menyerah?
Percayalah, apa yang sudah kalian jalani sekarang, adalah yang terbaik dari Allah. Karena sesungguhnya, Allah tidak akan memberikan ujian kepada hambanya diluar batas kemampuannya. Berpikirlah positif terhadap apapun dan siapapun, itu akan membuat hati kalian lebih tentram. Apa yang sudah dipilih, itu menjadi tanggung jawab kalian. Berusahalah untuk besikap dewasa dalam menjalani sesuatu. 
Semangat, ya, untuk Kita!

Text Widget

Text Widget

Popular Posts

Pages

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Unordered List

Followers

Recent Posts