Minggu, 25 Oktober 2015

Positive Thinking

Adakah diantara kalian yang pernah merasa bahwa dirinya paling berbeda diantara teman-teman disekitarnya? Merasa tidak bisa melakukan sesuatu yang biasa dilakukan oleh teman-temannya. Merasa tidak mendapatkan apa yang bisa didapatkan oleh teman-temannya dengan cara yang terlihat sederhana. Jika ya, mungkin dengan membaca tulisan ini kalian akan mengerti.
Mungkin diantara para pembaca atau teman-teman kalian, ada beberapa yang sempat berpikir atau ingin pindah jurusan. Salah satunya, ada diantara mereka ingin pindah jurusan dengan alasan nilai mata kuliah yang tidak sesuai target, bahkan ada yang sampai harus mengulang mata kuliah tersebut. Merasa tidak bisa mengejar ketertinggalan suatu mata kuliah, yang dianggapnya sulit. Dengan begitu, mereka yang beranggapan bahwa dirinya keliru memilih jurusan tersebut ingin merubah apa yang sudah dipilih sebelumnya.
Apa yang sudah kalian pilih, adalah jalan yang harus dilewati. Berusahalah untuk berprasangka baik pada apapun dan siapapun. Contohnya, jika nilai mata kuliah tidak sesuai dengan yang diinginkan, cobalah untuk mengoreksi diri. Mungkin ada yang salah dalam diri kita. Bisa jadi karena faktor kurang belajar dan kurang serius dengan mata kuliah tersebut. Dengan nilai yang dirasa tidak sesuai target itu, berarti kita harus lebih rajin lagi untuk menekuni mata kuliah tersebut. Nah, itu yang seharusnya jadi pemikiran kalian. Bukan malah sebaliknya. Apalagi sampai menyalahkan orang lain. Kembali lagi, koreksi diri kita terlebih dahulu. Jangan langsung menghakimi diri sendiri bahwa “Saya tidak cocok berada di jurusan ini! Saya ingin pindah!”. Itu tidak membuat kalian semakin maju dan memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik kedepannya. Jika pikiran kalian negatif terhadap sesuatu, mungkin kalian akan terus-menerus merasa jengkel, resah dan tidak akan pernah puas dengan apa yang telah dipilih. Sedangkan berpikiran positif tentang apapun, niscaya akan merubah kalian menjadi lebih dewasa dan melangkahkan kaki ke depan.
Terjatuh seperti itu, hanya ada dua pilihan. Pertama, pasrah dan menyerah. Merasa tidak mau atau tidak ingin bangun dan memperbaiki semuanya, karena berpikir “ah, percuma!”. Kedua, bangun dan berusaha untuk memperbaikiya. Bagi jiwa-jiwa yang tangguh dan mau terus berusaha, jatuh satu kali tidak cukup menjadi alasan untuk menyerah. Selagi masih ada kesempatan untuk menyusun dan menata ulang semuanya yang rusak dari awal, dan berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya, mengapa pilih menyerah?
Percayalah, apa yang sudah kalian jalani sekarang, adalah yang terbaik dari Allah. Karena sesungguhnya, Allah tidak akan memberikan ujian kepada hambanya diluar batas kemampuannya. Berpikirlah positif terhadap apapun dan siapapun, itu akan membuat hati kalian lebih tentram. Apa yang sudah dipilih, itu menjadi tanggung jawab kalian. Berusahalah untuk besikap dewasa dalam menjalani sesuatu. 
Semangat, ya, untuk Kita!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Text Widget

Text Widget

Popular Posts

Pages

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Unordered List

Followers

Recent Posts