Adakah diantara kalian yang pernah merasa bahwa dirinya paling
berbeda diantara teman-teman disekitarnya? Merasa tidak bisa melakukan sesuatu
yang biasa dilakukan oleh teman-temannya. Merasa tidak mendapatkan apa yang
bisa didapatkan oleh teman-temannya dengan cara yang terlihat sederhana. Jika
ya, mungkin dengan membaca tulisan ini kalian akan mengerti.
Mungkin diantara para pembaca atau teman-teman kalian, ada beberapa
yang sempat berpikir atau ingin pindah jurusan. Salah satunya, ada diantara
mereka ingin pindah jurusan dengan alasan nilai mata kuliah yang tidak sesuai
target, bahkan ada yang sampai harus mengulang mata kuliah tersebut. Merasa
tidak bisa mengejar ketertinggalan suatu mata kuliah, yang dianggapnya sulit.
Dengan begitu, mereka yang beranggapan bahwa dirinya keliru memilih jurusan
tersebut ingin merubah apa yang sudah dipilih sebelumnya.
Apa yang sudah kalian pilih, adalah jalan yang harus dilewati.
Berusahalah untuk berprasangka baik pada apapun dan siapapun. Contohnya, jika
nilai mata kuliah tidak sesuai dengan yang diinginkan, cobalah untuk mengoreksi
diri. Mungkin ada yang salah dalam diri kita. Bisa jadi karena faktor kurang
belajar dan kurang serius dengan mata kuliah tersebut. Dengan nilai yang dirasa
tidak sesuai target itu, berarti kita harus lebih rajin lagi untuk menekuni
mata kuliah tersebut. Nah, itu yang seharusnya jadi pemikiran kalian. Bukan
malah sebaliknya. Apalagi sampai menyalahkan orang lain. Kembali lagi, koreksi
diri kita terlebih dahulu. Jangan langsung menghakimi diri sendiri bahwa “Saya
tidak cocok berada di jurusan ini! Saya ingin pindah!”. Itu tidak membuat
kalian semakin maju dan memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik kedepannya.
Jika pikiran kalian negatif terhadap sesuatu, mungkin kalian akan terus-menerus
merasa jengkel, resah dan tidak akan pernah puas dengan apa yang telah dipilih.
Sedangkan berpikiran positif tentang apapun, niscaya akan merubah kalian
menjadi lebih dewasa dan melangkahkan kaki ke depan.
Terjatuh seperti itu, hanya ada dua pilihan. Pertama, pasrah dan
menyerah. Merasa tidak mau atau tidak ingin bangun dan memperbaiki semuanya,
karena berpikir “ah, percuma!”. Kedua, bangun dan berusaha untuk memperbaikiya.
Bagi jiwa-jiwa yang tangguh dan mau terus berusaha, jatuh satu kali tidak cukup
menjadi alasan untuk menyerah. Selagi masih ada kesempatan untuk menyusun dan
menata ulang semuanya yang rusak dari awal, dan berubah menjadi lebih baik dari
sebelumnya, mengapa pilih menyerah?
Percayalah, apa yang sudah kalian jalani sekarang, adalah yang
terbaik dari Allah. Karena sesungguhnya, Allah tidak akan memberikan ujian
kepada hambanya diluar batas kemampuannya. Berpikirlah positif terhadap apapun
dan siapapun, itu akan membuat hati kalian lebih tentram. Apa yang sudah dipilih,
itu menjadi tanggung jawab kalian. Berusahalah untuk besikap dewasa dalam
menjalani sesuatu.
Semangat, ya, untuk Kita!
Semangat, ya, untuk Kita!















