Kalian percaya tentang datangnya hidayah? Buat yang percaya,
Alhamdulillah. Dan untuk yang belum percaya, coba deh percaya. Sungguh, Allah
itu Maha atas segala-galanya. Dia mendatangkan hidayah kepada setiap
makhluk-Nya dengan cara yang tak diduga. Contohnya saya sendiri. Seandainya
saya tidak dipaksa oleh kedua orang tua saya untuk segera mengenakan hijab pada
saat duduk dibangku sekolah menengah atas, mungkin hingga saat ini, saya
sendiri tidak bisa membayangkan betapa hancurnya saya. Mengenakan penutup
kepala, dalam artian hijab, adalah wajib bagi setiap muslimah. Ada sebagian
orang bilang, ketika disuruh untuk menutup auratnya, seperti berhijab, mereka
berkata, “nanti saja, belum dapat hidayah”. Menurut saya, itu adalah pernyataan
dan alasan yang keliru. Tidak masuk akal! Hidayah tidak datang begitu saja. Hidayah
Allah tidak datang kepada mereka yang hanya menunggu, tanpa ada kemauan dari
dirinya sendiri. Jika terus-terusan menunggu datangnya hidayah, kesempatan kita
untuk berubah menjadi lebih baik semakin lama. Itu akan membuang-buang waktu.
Iya kalau kita tau kapan kita akan mati. Kita bisa mempersiapkan diri
sebelumnya, dan lekas bertaubat. Tetapi kenyataannya adalah, kita tidak tahu
kapan kita akan dipanggil oleh-Nya. Umur bukanlah jaminan lama atau tidaknya
kita hidup di dunia yang hanya kita singgahi sebentar ini. Maka dari itu, jika
kita bisa mempersiapkan diri lebih baik mulai sekarang, mengapa harus menunggu
nanti? Yang utama adalah niat yang kuat. Berhijab karena kecintaan kita kepada Allah,
bukan yang lain.
Namun, seperti yang kita ketahui, ada sebagian orang yang salah
berniat dalam mengenakan hijab. Apa hasilnya? Kita bicara kenyataan saja. Pernahkah
kalian melihat seorang muslimah yang memakai hijab, sebentar dilepas, kemudian
dikenakan kembali, dibuka lagi, dan yaa begitu seterusnya. Pernah? Menurut
pandangan saya, itu terjadi karena niat mereka yang keliru. Atau mungkin,
niatnya tidak sungguh-sungguh. Hati mereka masih goyah. Saya termasuk orang
yang seperti itu, dulu. Tidak untuk sekarang! Goyah dalam mengambil keputusan
berhijab. Dalam keadaan tertentu saya mengenakan hijab, kemudian keadaan lain,
saya melepasnya. Suatu hari, ada satu acara di televisi, sinetron yang biasanya
malas untuk menontonnya, tidak sengaja saya lihat. Sinetron islami. Ada kalimat
yang benar-benar merasuki hati saya, merubah pola pikir saya, dan merubah niat
saya. Dan saat itu pula, saya memantapkan diri, Saya tidak akan goyah lagi!
Seperti yang sudah saya tulis di atas, bahwasannya mengenakan hijab
adalah wajib bagi seorang muslimah. Untuk para muslimah yang membaca postingan
ini yang belum mengenakan hijab, cobalah untuk memaksakan diri mengenakannya.
Allah akan meridhoi apa saja yang dilakukan oleh hambanya, untuk memperbaiki
diri, menjadi lebih baik dihadapan-Nya. Dan untuk muslimah yang masih goyah
hatinya dalam mengenakan hijab, ubahlah niat kalian. Niatkanlah hijab itu
semata-mata karena Sang Pencipta, bukan karena duniawi.
Berhijab bukanlah tanda sudah taat, tapi berhijab adalah langkah
awal belajar taat. Bisa saja, setelah menggunakan hijab, kita berubah menjadi
lebih baik dalam hal lain. InsyaAllah....
