Halo, selamat pagi! Tulisan ini sebenarnya sudah terlalu telat ya untuk ditulis, apalagi diposting. Ngga oke banget nih penulisnya. (ehem, penulisnya siapa ya'-'). Baiklah, langsung saja supaya tidak terlalu banyak basa-basinya, capek juga ngetik :v hahaha.
INDONESIA! MERDEKA!!
Saya ada cerita sedikit tentang hari kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus yang dirayakan setiap tahunnya oleh bangsa, warga, dan negara Indonesia tercinta ini. Pada tahun....berapa ya, saya lupa._. ketika saya duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di SMPN 1 Bangkalan, saya ditunjuk dan dipilih menjadi peserta aubade alias tukang nyanyi rame-rame bareng teman-teman terpilih se-kabupaten Bangkalan. Pada saat itu, saya berada di lapangan hijau tempat upacara bendera kebanggaan Indonesia, Merah Putih, menjadi bagian dari susksenya acara kenegaraan ini. Sembari menunggu urutan acara yang menjadi bagian kami, yaitu paduan suara, ada pasukan pengibar bendera pusaka (PASKIBRAKA) Kabupaten Bangkalan masuk dan mengibarkan bendera Merah Putih. Mereka begitu gagah dan rapi. Kemudian saya berkhayal dan bermimpi, "suatu saat nanti, aku ingin menjadi seorang paskibraka. Minimal paskibraka tingkat kota aja!", ucap saya dalam hati sambil meyakinkan diri.
Masuk ke sekolah menegah atas (SMA) di SMAN 3 Bangkalan, ada anggota purna paskibraka Indonesia alias PPI Kab. Bangkalan datang ke sekolah untuk melaksanakan kegiatan seleksi paskibraka pada tahun 2011. Saya dipilih dan ikut seleksi baris-berbaris yang dilakukan di sekolah. Sayangnya, saya tidak lolos seleksi. Entah apa alasannya. Disitu kadang saya merasa sedih. (loh, kayak meme aja-_-) .
Awalnya, setelah diberitahukan bahwa saya tidak lolos, saya putus asa. Iya! Putus asa! Sudah hilang harapan dan mimpi ini untuk menjadi salah satu orang yang ikut berpartisipasi mengibarkan bendera kebanggaan di pusat kota, Alun-Alun Bangkalan. Namun, Alhamdulillah. Allah benar-benar memberikan jalan ajaib untuk saya yang putus asa ini. Saat kenaikan kelas 2, saya iseng main ke sekolah, padahal lagi libur kenaikan kelas. (rajin apa kurang kerjaan ya-_-). Ternyata sedang diadakan seleksi paskibraka untuk tahun 2012. Ketika itu saya sedang lewat di depan senior PPI yang sedang duduk-duduk di dekat kolam ikan. Dan saya dipanggil. Diintrogasi tentang tinggi badan, pernah atau tidak ikut paskibraka. Dengan polosnya saya menjawab, "dulu pernah ikut seleksi, tapi ga lolos, kak. Mungkin kurang tinggi atau .... entahlah". Dengan nada kaget, mereka menjawab, "masa kurang tinggi? Itu cukup! Ayo kelapangan ikut seleksi lagi!". It's real? He give me an opportunity?
Seleksi di sekolah? LOLOS! Lanjut seleksi dengan murid SMA lainnya se-kabupaten Bangkalan. Saya mendapat nomor peserta 400an, entah saya lupa._. Kemudian saya bertanya-tanya, apakah saya bisa lolos ke tahap berikutnya? Siswa yang ikut lebih dari 400 orang, yang punya 'koneksi' juga pasti banyak. Apalah arti saya, seorang siswi dari sekolah biasa, anak orang biasa, bukan petinggi-petinggi seperti diluar sana? Bisakah saya masuk seleksi berikutnya dengan benar-benar 'murni tanpa 'koneksi'?
Seleksi demi seleksi berjalan. Tidak hanya diseleksi satu atau dua kali. Tapi banyak sekali! Dan seleksi terakhir yang paling membuat saya dag dig dug tidak jelas. Pesimis saya muncul.
"Aku kok ngga yakin masuk, ya. Banyak dari mereka anak pejabat, polisi, dan ....."
"Masuk, Lin! Dengerin ya, nanti nomor peserta kamu disebut kok. Yakin aja!", sahabat saya yang bersekolah di tempat yang menjadi tuan rumah seleksi paskibra itu menyemangati.
Baiklah, saya optimis. Harus OPTIMIS!
Baiklah, saya optimis. Harus OPTIMIS!
Lamaaaa sekali, panaaass. Lapar, haus, sudah siang! Nomor peserta saya tak kunjung disebutkan. Pupus....
TAAAPPPIIII! AKHIRNYA NOMOR PESERTA SAYA DISEBUT! SAYA LOLOS SELEKSI TAHUN INI! Mimpi ketika saya kelas 9 terwujud di kelas 11. Alhamdulillah, Allah Maha Baik kepada hambanya.
Menjadi anggota paskibraka, jiwa nasionalisme saya sepertinya bertambah. Saya semakin mencintai negeri ini. Saya semakin kagum dengan negeri ini. Indonesia-ku!
Setidaknya, saya bisa membuat orang tua cukup bangga dengan seragam putih ini, seragam paskibraka kabupaten! Meskipun sekarang cuma terpajang rapi di lemari....
Dan, di tahun ini, 2015. Indonesia berusia 70 tahun, atas izin Yang Maha Kuasa, lagi-lagi saya bisa kesana, berada di lapangan hijau itu lagi, sebagai tukang foto! Tapi, foto-fotonya cuma iseng, bukan tukang foto bayaran. Apalagi tukang foto yang diutus Bupati wkwk bukan banget. Belum profesional ngambil gambar yang bagus, karena memang saya tidak bersekolah di dunia fotografi. Saya pun belajarnya otodidak, dan ini cuma hobi. Ditambah lagi, hobi ini tidak berhubungan dengan jurusan kuliah yang saya ambil-_- yaudaaaaa gitu aja.
Ini beberapa hasil asal jepret saya waktu itu, 17 Agustus 2015.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar